Rabu, 13 April 2011

PRAKTIKUM KIMIA UJI BENEDICT

PRAKTIKUM KIMIA-UJI BENEDICT


  1. Tujuan           : Untuk mengetahui adanya pereduksi

  1. Bahan          : 1. Glukosa 1% 4. Maltosa 1%
                                    2. Sukrosa 1% 5. Amilum 1%
                                    3. Laktosa 1%  6. Reagen Benedict

                                                                                                             
3.      Alat              :  1.Tabung reaksi 6 buah
                                    2. Pipet tetes 1 buah
3. Pembakar spirtus 1 buah
4. Penjepit tabung reaksi 1 buah

4.      Prosedur      : 1.  Siapkan 6 tabung reaksi
2. Masing-masing tabung diisi larutan reagent benedict sebanyak 2ml/40 tetes
3. Kemudian tambahkan larutan uji pada masing-masing tabung     reaksi yaitu glukosa,sukrosa,laktosa,maltase dan amilum           
4. Panaskan hingga ,mendidih +  5 menit,biarkan hingga dingin


5.      Landasan Teori :
        
         Uji benedict adalah uji kimia untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi. Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida & beberapa disakarida, seperti, laktosa & maltosa. Larutan benedict mengandung ion-ion tembaga (II) yang dikompleks dalam sebuah larutan basa. Selain itu mengandung ion-ion tembaga (II) yang kompleks dengan ion-ion sitrat dalam larutan karbonat. Lagi-lagi, pengompleksan ion-ion tembaga (II) dapat mencegah terbentuknya sebuah endapan (II) karbonat.
         Larutan benedict dapat dibuat dengan cara mencampurkan 173g Natrium Sitrat dan 100g Na2Co3 anhidrat kedalam 800 ml air,aduk lalu saring. Lalu kedalamnya tambahkan 17,3g Tembaga Sulfat yang telah dilarutkan dalam 100ml H2O. Volume total dibuat menjadi 1 L dengan penambahan air.
         Pada uji benedict pereaksi ini akan bereaksi dengan gugus aldehid, kecuali dalam gugus aromatik dan alpha hidroksi keton oleh karena itu, meskipun fruktosa bukanlah gula pereduksi, namun karena memiliki gugus alpha hidroksi keton maka fruktosa akan berubah menjadi glukosa dan maltosa dalam suasana basa memberikan hasil positif (+) dengan pereaksi benedict.
         Untuk mengetahui adanya monosakarida & disakarida pereduksi dalam makanan sample makanan dilarutkan dalam air,dan ditambahkan sedikit pereaksi benedict. Dipanaskn dlam waterbath selama 4-10 menit, selam proses ini larutan akan beruah menjadi biru (tanpa adanya glukosa), hijau,kuning,orange,merah& merah bata / coklat ( kandungan glukosa tinggi ).
         Uji benedict dapat dilakukan pada urine, untuk mengetahui kandungan glukosa. Urine yang mengandung glukosa dapat menjadi tanda adanya penyakit diabetes.

6.      Hasil Pengamatan
Bahan Uji
Hasil Uji (+/-)
Warna
Endapan
Glukosa
+
Merah Bata
Ada
Sukrosa
-
-
-
Laktosa
+
Coklat
Ada
Maltosa
+
Coklat
Ada
Amilum
-
-
-

7.      Pembahasan
Dari hasil pengamatan maka dapat diketahui jenis karbohidrat mana saja yang menunjukan hasi positif (+) dan negatif (-) terhadap benedict,yaitu :
1.      Hasil positif (+) yaitu : Glukosa,Laktosa,Maltosa
2.      Hasil negatif (-) yaitu : Sukrosa,Amilum
Jadi hanya pada glukosa,laktosa,maltosa yang setelah diuji benedict melihatkan adanya perubahan warna yaitu merah bata/coklat, sedangkan pada sukrosa & amilum tidak menunjukan perubahan warna.
            Perubahan warana pada glukosa,laktosa,maltosa ini merupakan gula pereduksi, hal ini glukosa mampu mereduksi senyawa pengoksidasi, dimana ujung pereduksinya adalah ujung yang mengandung aldehida. Sedangkan pada laktosa yang menghasilkan D-glukosa dan D-galaktosa dimana laktosa memiliki gugus karbonil yng berpotensi bebas pada residu glukosa, sehingga laktosa adalah disakarida pereduksi.
            Pada sukrosa & amilum tidak menunjukan adanya perubahan sehingga karbohidrat ini tidak merupakan pereduksi. Hal ini dikarenakan sukrosa tidak mengandung atom karbon anomer bebas, karena atom karbon kedua anomernya yatiu yang terdapat pada glukosa & fruktosa yang berkaitan satu sama lainnya. Sedangkan amilum tersusun dari D-glukosa yang banyak.

8.      Pertanyaan
1.      Apa fungsi dari uji benedict ?
2.      Bahan apa yang terkandung dalam reagen benedict ?
      Jawab :
1.      Fungsi dari uji enedict yaitu mengetahui adanya gula pereduksi dalam suatu larutan. Indikatornya yaitu adanya perubahan warna khusus menjadi merah bata.
2.      Larutan enedict mengandung ion-ion tembaga (II) yang dikompleks dalam sebuah larutan basa. Selain itu mengandung ion-ion tembaga (II) yang kompleks dengan ion-ion sitrat dalam larutan karbonat. Lagi-lagi, pengompleksan ion-ion tembaga (II) dapat mencegah terbentuknya sebuah endapan (II) karbonat.

9.      Kesimpulan
Larutan glukosa,laktosa,dan maltosa merupakan gula pereduksi, hal ini disebabkan adanya gugus karonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa dimana ujung pereduksinya adalah yang mengandung aldehida, sedangkan larutan sukrosa dan amilum tidak merupakan senyawa pereduksi, karena sukrosa tidak memiliki atom karon anomer bebas.
Adanya gula reduksi pada suatu larutan ditandai dengan adanya perubahan warna, khususnya merah tua pada larutan.
         Benedict reagen digunakan untuk menguji / memeriksa kehadiran gula pereduksi dalam suatu cairan. Monosakarida yang bersifat reduktor dengan diteteskannya reagen akan menimbulkan endapan merah bata. Semakin banyak gula maka larutan semakin gelap warna endapan.
             

1 komentar: